Monday, December 14, 2009

Linguistik

1. Definition, Scope, Characteristics of Linguistics as a Scientific Study


  • Asal-usul Bahasa



Beberapa Teori Tradisional :


  • Johann Gottfried Von Herder (1744-1803) dalam On The Origin of
    Language mengatakan bahasa lahir karena dorongan manusia untuk mencoba-coba berpikir. Bahasa adalah akibat hentakan yang secara insting.



  • Charles Darwin (1809-1882) dalam Decent of Man yang dikenal dengan pooh-pooh theory berpendapat bahwa, bahasa manusia seperti halnya manusia sendiri berasal dari bentuk yang primitf, barangkali dari ekspresi emosi saja.





  • Max Muler (1823-1900) memperkenalkan dingdong theory atau disebut juga nativistic theory. Menurut teori ini manusia memilki kemampuan insting yang istimewa untuk mengeluarkan ekspresi ujaran bagi setiap kesan sebagai stimulus dari luar.




  • Onomatopoetic atau Echoic theory : kata-kata yang pertama kali adalah tiruan terhadap guntur, hujan, angin, sungai, ombak, samudera, dan sebagainya.


Pendekatan Modern

    Manusia ini tercipta dengan perlengkapan fisik yang sangat sempurna sehingga memungkinkan terlahirnya ujaran ( kemampuan berbahasa). Namun ujaran bukan hanya kerja organ fisik. Dalam proses ujaran, faktor psokologis pun ada terlibat."Ujaran, seperti halnya bahasa , adalah hasil kemampuan manusia untuk melihat gejala-gejala sebagai simbol-simbol dan keinginannya untuk mengungkapkan simbol-simbol itu." (West dalam Alwasilah, 1993:5)



  • Definisi Bahasa



    Language is a system of arbitrary, vocal symbols which permits all people in a given culture, or other people who have learned the system of that culture, to communicate or to interact.

Linguistik Sebagai Ilmu

    Linguistik adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai obyek forma lisan dan tulisan, dan memiliki cirri-ciri pemerlain, syarat-syarat : sistematik, rasional, empiris, umum, sebagai pemerian dari kenyataan struktur, pembagian, bagian-bagian dan aturan-aturan bahasa.

Linguistik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :



  • Eksplisit


Tidak ngawur, tidak ada makna ganda, disusun dan dirumuskan secara penuh dan menyeluruh seta tidak ada tabrakan antara satu peraturan dengan peraturan lainnya.



  • Sistematik


Beraturan, mempola, ada generalisasi yang utuh, tidak terpisah-pisah merupakan satu kesatuan yang tunggal, bagian-bagiannya sejalan dan senada, semuanya mendukung satu keseluruhan.



  • Obyektif


Memeriksa sesuatu (sifat, hakihat, keadaan) apa adanaya, bebas dari perasaan dan pertimbangan peribadi, yaitu wujud sebenarnya yang hakiki.

    Cakupan dan bahasan linguistik diantaranya :



  • Linguistik Historik :


    • Internal History (perubahan bunyi, struktur kalimat, kosakata, dan sebagainya).




    • External History (factor-faktor politik, sosial budaya, geografis, dan sebagainya).






  • Linguistk Komparatif :


    • Bahasa-bahasa serumpun




    • Perkembangan-perkembangan sejarah satu bahasa






  • Linguistik Deskriptif :


    • Fonetik




    • Fonologi




    • Gramatika




2. Theories and School of Linguistics



    Teori adalah analisis dari seperangkat fakta-fakta dalam hubungan satu sama lainnya. Teori bukan saja dimaksudkan untuk memberi kita cara mengetahui satu objek tertentu, tapi harus terorganisir sedemikian rupa hingga memungkinkan kita menyelusuri obyek-obyek sama yang sedang diamati. Teori haruslah umum, merupakan alat bagi kta untuk mengerti bukan saja objek yang sudah diamati atau teralami, tapi semua obyek yang ada dalam kondisi yang sama. Dengan teori ini kita dipersenjatai untuk menghadapi bukan hanya kejadian yang sudah lewat, tapi kejadian apapun.

    Yang diminati teori lnguistik adalah teks ujaran dan tulisan. Tujuan teori linguistik adalah menyusun metode prosedural yang dengan metode ini suatu teks tertentu bisa dipahami deskripsi yang ajeg dan menyeluruh. Pada tahap yang lebih lanjut, teori linguistik mesti mampu menyusun deskripsi dan prediksi bukan hanya teks-teks dari satu bahasa, tapi dengan patokan dan prinsip yang umum tentang bahasa, harus mampu pula memberi deskripsi dan prediksi dari teks yang mungkin timbul dari bahasa apa saja.



The Firthians (Tata Bahasa Madhab Firth)

Aliran ini mengacu pada linguis yang mengikuti prinsip-prinsip linguis dari Firth, guru besar General Linguistics pada Universitas London. Banyak orang yang menganggap Firth-lah sebagai satu-satunya contoh aliran British. Sedangkan British Linguistics adalah : Istilah kolektif untuk kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan tertentu yang telah menjadi ciri pemerlain studi linguistic di Inggris.

Hal-hal yang menjadi titik berat teori Firth ini yaitu :



  1. Komponen Sosiologis


Segala ciri-ciri dunia eksternal dengan dimana satu ujaran atau teks mempunyai hubungan makna. Gagasan-gagasan konteks dari situasi ini adalah sentral baik segala cabang-cabang semantic, karena mereka menerangkan cara simbol-simbol ujaran dan grafik menyatakan dunia sekitar si pembicara.



  1. Teori Makna


Jaringan keseluruhan dari relasi-relasi dan fungsi-fungsi ke dalam, dimana setiap butir linguistic masuk.



  1. Teori Sanding Kata


Dua kata atau lebih, dianggap sebagai butir-butir kosakata sendiri, dipakai dalam sandingan satu sama lain yang lazim dalam bahasa tertentu, misalnya dalam bahasa Inggris kata green disandingkan dengan kata grass, dark dengan night dan sebangsanya.



  1. Struktur dan Sistem


Struktur adalah tertib unsur-unsur secara horizontal dan system seperangkat unit-unit secara vertical yang bisa dipakai dalam satu struktur tertentu.



  1. Teori Fonologi


Pendekatan Firth dalam fonologi terkeal dengan sebutan prosodic analysis dimana Firth menolak teori fonem.



3. Dichotomies in Linguistics

Synchronic Linguistics-Diachronic Linguistics

Pernyataan sinkronik adalah satu pernyataan tentang bahasa pada satu kurun waktu sedangkan pernyataan diakronk adalah satu pernyataan tentang perubahan-perubahan yang terjadi satu jangka waktu tertentu.

Microlinguistics-Macrolinguistics

Microlinguistics
dengan demikian bisa disebut sentralnya studi linguistic yaitu studi bidang-bidang fonologi, grammar, dan semantic, sedangkan macrolinguistics meliputi studi bahsa secara umum, mencakup psycholinguistics, sociolinguistics, historical linguistics, speech pathology, lexicography, computational linguistics dan communication theory.

Descriptive Statements-Prescriptive Statements

Studi linguistic dikatakan deskritif apabila studi tersebut seobyektif mungkin dan hanya didasarkn pada fakta-fakta yang teramati. Dikatakan preskriptf apabila studi itu berupaya merumuskan seperangkat petunjuk-petunjuk untuk bertingkah laku bahasa.

Langue-Parole

Langue adalah totalitas dari sekumpulan fakta bahasa yang disimpulkan dari ingatan pemakai bahasa yang merupakan gudang kebahasaan yang ada dalam otak setap individu. Parole adalah situasi realisasi dari langue atau situasi sewaktu proses tutur/ujaran terjadi.



4.Language in Communication

    Fungsi terpenting dari bahsa adalah alat komunikasi dan interaksi. Bahasa berfungsi sebagai lem perekat dalam menyatupadukan keluarga, masyarakat dan kegiatan sosialisasi lainnya. Tanpa bahasa suatu masyarakat tak dapat terbayangkan kata 'komunikasi' mencakup makna mengerti dan berbicara, mendengan dan membalas tindak. Kesemua tindakan dan peristiwa tutur ini bisa berobyek peristiwa masa silam, hari ini, dan esok lusa.

    Fungsi ujaran sebgai alat komunikasi ini oleh beberapa ahli umumnya diuraikan menjadi bebrapa fungsi, menurut Jacobson (1960) antara lain :



  • Emotive Speech



Ujaran yang berfungsi psikologis yaitu dalam menyatakan perasaan sikap, emosi si penutur.



  • Phatic Speech



Ujaran berfungsi melihat hubungan social yang berlaku pada suasana tertentu.



  • Cognitive Speech



Ujaran yang mengacu kepada dunia yang sesungguhnya yang sering diberi istilah denotative atau informative.



  • Rhetorical Speech



Ujaran berfungsi mempengaruhi dan mengkondisi pikran dan tingkah laku para penanggap tutur.



  • Metalingual Speech



Ujaran berfungsi untuk membicarakan bahasa, ini adalah jenis ujaran yang paling abstrak karena dipakai dalam membicarakan kode komunkasi.



  • Poetic Speech



Ujaran yang dipakai dalam bentuk tersendiri dengan mengistimewakan nilai-nilai estetiknya.

    Dari fungsi-fungsi tersebut, jelaslah bahwa dengan bahasa manusia berkata benar atau dusta. Oleh karena itu, bahasa adalah identitas manusia.

5. Phonology



    Phonetics and phonology are cocerned with speech, with the way in which humans produce and hear speech. Their ability to communicate in this way depends in turn on proper bodily functioning (of brain, lungs, larynx, ears and so on), on recognizing each other's pronounciation and on interpreting the sound waves that travel through the air.

    The term phonology is often associated with the study of this higher level of speech organization. Thus phonology is often said to be concerned with the organization pf speech within spesific language, or with the systems and patterns of sound that occur in particular language. On this view, ageneral descreption of how vowel sounds can be made and perceived might be the provice of phonetics while the analys and description of the vowels of English might be assigned to phonology.

    (Fonetik dan foologi berhubungan dengan cara berbicara dimana manusia mengeluarkan bunyi dan mendengarkan hal dari bunyi tersebut. Bagaimanapun mereka berkomunikasi, tergantung pada fungsi-fungsi organ tubuh mereka seperti otak, tenggorokan, laring, telinga, dan sebagainya, dalam mengenali pengucapan atau penjabaran dari getaran suara yang dikirimkan melaui udara.

    Ilmu fonologi seringkali dihubungkan degnan studi bahasa tingkat tinggi. Walaupun fonologi sering dikatakan sebagai ilmu yang membahas buyi-bunyi bahasa tertentu dan melalui pandangan secara umum, fonologi dengan pengenalan bunyi suara yang dihubungkan melalui analisa dan penjabaran dari bunyi-bunyi vokal dalam bahasa Inggris, yang dikenal juga sebagai fonologi).



6. Morphology



    Morfologi adalah bagian linguistik yang mempelajari morfem. Morfologi membahas dan menganalisa struktur, bentuk, klasifikasi kata-kata. Ada yang memberi definisi morfem sebagai satu satuan bentuk terkecil yang mempunyai arti.

    Morfem bisa terdiri dari satu kata tersendiri (help) atau bagian (-ful). Yang pertama disebut morfem terikat (bound morpheme). Morfem yang mempunyai arti sendiri disebut base atau root yaitu asal kata, sedangkan morfem yang ditambahkan di affix (imbuhan) terbagi dua : yang ditambahkan di depan asal kata disebut prefix, yang dibelakang dinamai suffix. Un- pada unwise adalah prefix, sedangkan –ly pada wisely adalah suffix.

    Adapula pembagian morfem ke dalam derivasi dan infleksi (derivational
and inflectional). Imbuhan derivasi merubah leksikal asal kata, dengan kata lain mempengaruhi perubahan gramataik (child = noun « childish = adjective). Imbuhan infleksi tidak merubah jenis kata asal menjadi jenis kata lain ; imbuhan ini memodifikasi tanda-tanda gramatik seperti jumlah, pelaku, waktu, dan sebagainya (work = verb « worked = verb).





7. Syntax

    Sintaksis itu adalah studi penghimpunan dan tautan timbal balik antara kat-kata, frase-frase, klausa-klausa dalam kalimat. Kita boleh saja berkesimpulan bahea kalimat adalah kesatuan maksimum bagi analisis gramatik. Tapi kesimpulan ini perlu didampingi satu catatan bahwa ada kesatuan lebih besar dari kalimat, yaitu : alinea, wacana, karangan, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat disimpilkan, bahwa para linguis kalimat itu merupakan satuan terbesar yang bisa mewadahi segala butir dari rentangan kelompok dan struktur gramatik dalam bahasa. Karena itu ada yang mendeskripsi sintaksis sebagai sistem gramatik dalam kalimat.

    Cakupan tautan sintaksis :



  • Tautan Tempat


Tertib penempatan kata-kata sebagai simbol dalam bentuk tulisan di atas kertas. Dalam ujaran tertib penempatan ini pun mudah dimengerti, karena ujaran bisa didengar.



  • Tautan Saling Membutuhkan


Kata-kata dari berbagai jenis kata itu senantiasa membutuhkan kehadiran kata-kata dari jenis kata lainnya.



  • Tautan Saling Menempati/Mengganti


Penggantian suatu kosakata dengan kosakata lain dari jenis kata yang sama, dan lain-lain.



8. Semantics

    Sudah banyak teori semantik yang diperkenalkan par ahli. Dalam wawasan filsafat ada disebut semantik fiosofi, dan dibedakan teori naturalisme dan nominalisme. Pendekatan filosofi terhadap makna biasanya dihubungkan dengan asal-usul simbol verbal dan kebermaknaannya berdasarkan kebenaran dak kesesuaian logis. Sebaliknya semantik linguistik menekuni arti lebih berdasarkan kepada hubungan antara tingkah laku ujaran dengan lingkungan fisik dan intelektual si pembicara.

    Beberapa linguis menekankan hubungan yang erat sekali antara struktur dalam bahasa dengan cara pembicara mendasarkan penyimpulan alam sekitarnya kepada struktur alam itu. Ada pula yang mempertanyakan apakah mungkin kita menerangkan hubungan ujaran dengan situasi dan kejadian alam sekeliling yang tak terhingga adanya. Karena demikian, ada yang membebaskan studi semantik dari analisis formalnya. Namun sungguh tidak mungkin membahas ujaran sebagai gejala linguistik tanpa diacuhkan pada konterks komunikasinya. Karena demikian ada yang memasukan semantik sebagai bagian dari analisis linguistik.



9. Sociolinguistics



    We can define sociolinguistics as the study of language in relation to society. We are all used to think of languages like English, French, and Japaneese as relatively indepandent of societies that speak them : so, for instance, we could in principle learn about French vocabulary and grammar without learning anything at all about French people. But as soon as we atart to consider language as an object of research, social questions are hard to ignore.

    Having reduced the subject-matter of sociolinguistics to the study of individual linguistics item of particular apeakers. We may ask what kinds of generalisation it is possible to make. We have seen that there are many general questions to which it would be interesting to have answers, such as wether different kinds of linguistics item are related to different aspects society.

    (Kita dapat mendefinisikan sosiolinguistik sebagai ilmu yang berhubungan dengan masyarakat atau keadaan sosial masyarakat. Bahasa apapun yang kita gunakan sepeerti Inggris, Perancis atau Jepang, semuanya berhubungan dengan masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, sehingga kita dapat mempelajari perbendaharaan kata ataupun tata bahasa tanpa mempelajari sepenuhnya menjadi anggota dari negara tersebut, tetapai setelah mengenali kondisi sosial bahasa menjadi studi ilmiah, mengenai kondisi sosial masyarakatnya menjadi hal yang tidak bisa diabaikan).



10. Psycholinguistics



    Psikolinguistik adalah suatu teori ilmu bahasa yang berhubungan dengan mental, kejiwaan, pikiran dan perasaan seseorang. Secara psikis manusia dibagi menjadi tiga :



  • Id        :keinginan manusia tanpa batas




  • Super ego     :batasan/pengaturan dari keinginan kuat tersebut atau merupakan suatu pengendalian diri (agama, adat)




  • Ego        :merupakan hasil akhir dari keputusan yang akan diambil oleh keinginan tersebut.




11. Historical Comparative Linguistics



    In general linguistics today comparative studies form an important part of the subject and of our understanding of the working and dvelopement of languages the world over.

One type of linguistics comparison, probably the one best known to the general public is historically oriented comparison, which can strichly be desiganted comparative and historical linguistics, and is widely known as comparative philology. This branch of linguistics studies rather dominated the field during the nineteenth century in Europe, partly as a result of the stimulus derived from the discovery of Sanskrit, the ancient classical language of India, by western scholars and the demonstration at the end of the eighteent century of the disputable hostorical connection of this language with Latin, Greek and German. In British universities chair of Comparative Philology antendated bay many years established posts in general linguistics, and the term comparative philology is still sometimes used to refer generally to all branches of the syrematic study of language.

    (Pada saat ini dalam linguistik umum, bentuk studi komparatif merupakan bagian yang penting dalam pembahasan dan pemahaman dari perkembangan bahasa-bahasa di seluruh dunia.

    Satu metode perbandingan linguistik yang kemungkinan paling terkenal adalah perbandingan sejarah, merupakan cabang dari linguistik yang mendimonasi Eropa pada abad ke-19, sebagai hasil dari stimulus mendasar dari penemuan bahasa Sansakerta, bahasa kuno klasik India. Oleh imuwan barat pada akhir abad ke-18 diperdebatkan hubungan sejarahnya dengan bahasa Latin, Yunani, dan Jerman).



REFERENSI



Alwasilah, Chaedar A. 1992. Beberapa Madhab dan Dikotomi, Teori Linguistik.

    Bandung : Angkasa

------- 1993. Linguistik Suatu Pengantar. Bandung : Angkasa

Clark, John & Collin Yallop. 1990. An Introduction to Phonetics and Phonology.

    London : Cambridge University  

Hudson, R. A. 1999. Sociolinguistics. Cambridge University Press

Robins, R.H. 1964. General Linguistics : An Introductory Survey. London :

    Cambridge University

No comments: